FORMAT PROPOSAL PTK

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu hal yang harus dipenuhi dalam penelitian tindakan kelas adalah penyusunan proposal, karena proposal menjadi syarat untuk mengajukan permohonan izin penelitian. Penyusunan proposal perlu diperhatikan karena proposal menjadi pedoman bagi peneliti dalam melaksanakan tahap-tahap penelitiannya. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai proposal PTK beserta komponen-komponennya.

B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian dan Tujuan Proposal?
2. Meliputi apa saja komponen-komponen Format Proposal?

C. Tujuan Pembahasan
1. Menjelaskan Pengertian dan Tujuan Proposal
2. Menjelaskan komponen-komponen Format Proposal

BAB II
PEMBAHASAN
FORMAT PROPOSAL PTK

A. Pengertian dan Tujuan Proposal
Proposal adalah usulan tentang suatu kegiatan yang memuat kerangka atau garis besar kegiatan yang hendak dilaksanakan. Proposal penelitian juga merupakan gambaran secara terperinci tentang proses yang akan dilakukan oleh peneliti agar mampu menekan kesalahan yang mungkin terjadi selama proses penelitian berlangsung.
Berdasarkan definisi tersebut, maka dalam suatu penelitian proposal pada dasarnya merupakan peta acuan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peneliti. Secara umum suatu proposal penelitian memiliki tujuan :
1. Memberi penjelasan kegiatan yang akan dilaksanakan
2. Melukiskan kegiatan yang hendak dilaksanakan
Proposal memiliki arti sangat penting bagi setiap peneliti dalam usaha mepercepat pelaksanaan, meningkatkan serta menjaga kualitas hasil penelitian. Proposal penelitian harus dibuat secara sistematis dan logis sehingga dapat dijadikan pedoman yang mudah diikuti.
Penyusunan proposal atau usulan penelitian merupakan langkah awal yang harus dilakukan peneliti sebelum memulai kegiatan PTK. Proposal PTK dapat membantu memberi arah pada peneliti agar mampu menekan kesalahan yang mungkin terjadi selama penelitian berlangsung. Proposal PTK adalah gambaran tentang proses yang akan dilakukan peneliti untuk memecahkan masalah dalam pelaksanaan tugas pembelajaran.

B. Format Proposal
Format Proposal PTK pada dasarnya berisi komponen-komponen sebagai berikut:
1. Halaman Judul (Kulit Luar)
Terdiri dari:
 Judul
 Nama tim peneliti
 Lembaga asal (LPTK), dan
 Tahun.

2. Halaman Pengesahan
Halaman Pengesahan berisi judul PTK, bidang ilmu, kategori penelitian, ketua tim peneliti (lengkap dengan gelar, NIP, golongan/pangkat, jabatan fungsional, jurusan, institusi), tim peneliti (juga lengkap dengan gelar, NIP, golongan/pangkat, jabatan fungsional, jurusan, institusi), lokasi penelitian, lama penelitian, biaya penelitian, dan sumber dana. Kemudian dilanjutkan dengan tempat tanggal pembuatan, tanda tangan ketua tim peneliti, diketahui pimpinan institusi dan menyetujuinya.

3. Isi Utama Proposal
Isi utama proposal dalam garis besarnya berisi judul penelitian, latar belakang masalah, identifikasi masalah dan perumusan masalah, cara memecahkan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori dan hipotesis tindakan, rencana penelitian, jadwal penelitian, rancangan anggaran, daftar pustaka dan lampiran.

a. Judul Penelitian
Judul PTK hendaknya dirumuskan secara singkat, padat, spesifik dan tidak memberi kemungkinan penafsiran yang beragam, serta mencerminkan permasalahan pokok yang akan dipecahkan. Jumlah kata dalam judul sebaiknya tidak lebih dari 20 kata, dan judul harus memberikan gambaran tentang apa yang dipermasalahkan dalam PTK, misalnya masalah yang dikaji adalah peningkatan efektifitas pembelajaran sejarah, dan bentuk tindakan yang akan dilaksanakan untuk menyelesaikan masalah adalah dengan mengembangkan keterampilan intelektual siswa, maka judul yang dirumuskan adalah “Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Sejarah dengan Mengembangkan Keterampilan Intelektual Siswa” .

b. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah menguraikan kondisi objektif yang mendorong PTK itu dilaksanakan. Kondisi ini merupakan hasil identifikasi guru terhadap masalah proses pembelajaran yang diselenggarakan.
Penyusunan latar belakang masalah hendaknya dimulai dari penghayatan permasalahan yang bersifat umum, kemudian dilanjutkan dengan permasalahan yang agak khusus, baru setelah itu mengacu pada permasalahan yang sangat khusus, misalnya mengenai ketidak efektifan pembelajaran sejarah, permasalahan bisa dimulai dari fenomena yang terjadi ditingkat nasional, propinsi, baru setelah itu mengacu pada permasalahan dikelas yang diteliti.

c. Identifikasi dan Perumusan Masalah
Identifikasi masalah merupakan kegiatan untuk mendeteksi, melacak, dan menjelaskan berbagai aspek permasalahan yang berkaitan dengan topik penelitian dan masalah yang akan diteliti. Contoh identifikasi masalah dari judul PTK “Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Sejarah dengan Mengembangkan Keterampilan Intelektual Siswa”, dari judul tersebut sedikitnya dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
1) Ketidak efektifan pembelajaran sejarah
2) Kurangnya pengembangan keterampilan inteletual siswa
3) Dan lain-lain
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, selanjutnya dirumuskan masalah yang akan dijadikan topik penelitian dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan disertai alternatif tindakannya.

d. Cara Memecahkan Masalah
Cara memecahkan masalah adalah cara, posedur, atau tindakan yang akan dilakukan dalam pemecahan masalah, dimulai dengan menguraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan, dengan solusi yang sesuai kaidah penelitian tindakan kelas. Cara memecahkan masalah ditentukan berdasarkan akar masalahnya, yang dirumuskan dalam bentuk tindakan (action) sebagai solusi terhadap masalah yang dihadapi.

e. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan PTK merupakan keinginan peneliti atas hasil tindakan dengan mengetengahkan indikator-indikator yang hendak ditemukan, terutama yang berkaitan dengan variabel penelitian. Tujuan penelitian harus terjawab dalam kesimpulan hasil penelitian, sebagai target dari kegiatan PTK yang dilaksanakan, oleh karena itu, tujuan penelitian harus dinyatakan secara spesifik, dalam pernyataan yang jelas dan tegas sehingga tidak ada kesimpangsiuran dalam hal arti.
Adapun manfaat penelitian itu dirumuskan dari hasil penelitian dengan mengemukakan hal-hal positif yang akan diperoleh melalui pencapaian tujuan PTK.

f. Kerangka Teori dan Hipotesis Tindakan
Kerangka teori adalah jawaban sementara terhadap permasalahan secara teoritis. Pada kerangka teori harus menguraiakan landasan subtantif penelitian dalam arti teoritik dan metodologi yang digunakan peneliti dalam menentukan alternatif tindakan yang akan dimplementasikan. Untuk keperluan ini, peneliti bisa membaca buku atau teori relevan yang masih up to date, penelitian terdahulu yang masih relevan, menggali dari internet, media massa, maupun jurnal profesional. Teori-teori yang telah dirangkum tentunya tidak telan begitu saja, tapi harus benar-benar diramu dan direfleksikan dengan kebutuhan penelitian. Sedangkan hipotesis tindakan merupakan alternatif tindakan yang dipandang paling tepat dalam memecahkan masalah.

g. Rencana Penelitian
1) Setting Penelitian: Menjelaskan tentang tempat, waktu, dan siklus PTK yang akan dilakukan.
2) Subjek Penelitian: Merumuskan siapa saja yang akan dikenai tindakan, berapa jumlahnya, saat ini dikelas berapa, bagaimana komposisi siswa laki-laki dan perempuan, serta latar belakang sosial ekonomi yang relevan dengan tema penelitian.
3) Variabel yang diselidiki: Pada bagian ini ditentukan variabel – variabel penelitian yang dijadikan titik – titik incar untuk menjawab permasalahan yang dihadapi. Variabel tersebut dapat berupa (1) variabel input yang terkait dengan siswa, guru, bahan pelajaran, sumber belajar, prosedur evaluasi, lingkungan belajar, dan lain sebagainya; (2) variabel proses pelanggaran KBM seperti interaksi belajar-mengajar, keterampilan bertanya, guru, gaya mengajar guru, cara belajar siswa, implementasi berbagai metode mengajar di kelas, dan sebagainya, dan (3) varaibel output seperti rasa keingintahuan siswa, kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan, motivasi siswa, hasil belajar siswa, sikap terhadap pengalaman belajar yang telah digelar melalui tindakan perbaikan dan sebagainya.
4) Rencana Tindakan: Pada bagian ini digambarkan tindakan apa yang yang akan dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran, seperti:
 Perencanaan, yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan dengan PTK yang diprakarsai seperti penetapan entry behavior. Pelancaran tes diagnostic untuk menspesifikasi masalah. Pembuatan scenario pembelajaran, pengadaan alat – alat dalam rangka implementasi PTK, dan lain – lin yang terkait bdengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Disamping itu juga diuraikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Disamping itu juga diuraikan alternative – alternative solusi yang akan dicobakan dalam rangka perbaikan masalah. Format kemitraan antara guru dengan dosen LPTK juga dikemukakan pada bagian ini.
 Implementasi Tindakan yaitu deskripsi tindakan yang akan di gelar. Scenario kerja tindakan perbaikan dan prosedur tindakan yang akan diterapkan.
 Observasi dan Interpretasi yaitu uraian tentang prosedur perekaman dan penafsiran data mengenai proses dan produk dari implementasi tindakan perbaikan yang dirancang.
 Analisis dan Refleksi yaitu uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang akan digelar, personel yang akan dilibatkan serta kriteria dan rencana bagi tindakan daur berikutnya. perencanaan, implementasi tindakan, observasi dan interpretasi, analisis, serta refleksi.
5) Model PTK yang digunakan: Pada bagian ini, dipertegas dan diperjelas model PTK yang digunakan dalam penelitian beserta alasan pemilihannya. Apakah Kemmis & Tagart, John Elliot, Hopkins, atau adaptasi/modifikasi dari semua itu, bahkan mungkin model hasil rekayasa sendiri.
6) Data dan Cara Pengumpulannya: Pada bagian ini menguraikan apa saja data yang dibutuhkan dan bagaimana data tersebut dikumpulkan, apakah dengan wawancara, checklist, tes, angket, dokumentasi, atau metode yang lain.
7) Indikator Kinerja: Pada bagian ini tolak ukur keberhasilan tindakan perbaikan ditetapkan secara eksplisit sehingga memudahkan verifikasinya untuk tindak perbaikan melalui PTK yang bertujuan mengurangi kesalahan konsep siswa misalnya perlu ditetapkan kriteria keberhasilan dalam bentuk pengurangan (jumlah jenis dan atau tingkat kegawatan)miskonsepsi yang tertampilkan yang patut diduga sebagai dampak dari implementasi tindakan perbaikan yang dimaksud.
8) Tim Peneliti dan Tugasnya: Pada bagian ini hendaknya dicantumakan nama – nama anggota tim peneliti dan uraian tugas peran setiap anggota tim peneliti serta jam kerja yang dialokasikan setiap minggu untuk kegiatan penelitian.

h. Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian merupakan urutan kerja mulai dari awal sampai akhir penyusunan laporan PTK. Jadwal penelitian dapat ditampilkan dalam bentuk gant chart atau matrik, yang mencakup jenis kegiatan apa saja yang akan dilakukan dan kapan pelaksanaannya.

i. Rancangan Anggaran
Menjelaskan anggaran biaya yang diperlukan untuk PTK, yang mana hal ini lebih baik ditampilkan dalam bentuk tabel sehingga mudah dipahami.

j. Daftar Pustaka
Menuliskan bahan-bahan pustaka yang dijadikan rujukan dalam PTK yang diusulkan, baik itu buku, majalah, jurnal, website, dan sebagainya.

k. Lampiran
Melampirkan semua bahan-bahan yang digunakan dalam PTK, seperti: Silabus, RPP, CD pembelajaran, LKS, Soal pre dan post test, Lembar observasi, dan daftar riwayat hidup penetili.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN:
Proposal adalah usulan tentang suatu kegiatan yang memuat kerangka atau garis besar tentang kegiatan yang hendak dilaksanakan.
Proposal pada dasarnya merupakan peta acuan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peneliti yang memiliki tujuan memberi penjelasan kegiatan yang akan dilaksanakan dan melukiskan kegiatan yang hendak dilaksanakan.
Format Proposal PTK pada dasarnya berisi komponen-komponen sebagai berikut:
1. Halaman Judul (Kulit Luar), yang berisi judul, nama tim peneliti, lembaga asal (LPTK), dan tahun.
2. Halaman Pengesahan, yang berisi judul PTK, bidang ilmu, kategori penelitian, ketua tim peneliti (lengkap dengan gelar, NIP, golongan/pangkat, jabatan fungsional, jurusan, institusi), tim peneliti (juga lengkap dengan gelar, NIP, golongan/pangkat, jabatan fungsional, jurusan, institusi), lokasi penelitian, lama penelitian, biaya penelitian, dan sumber dana. Kemudian dilanjutkan dengan tempat tanggal pembuatan, tanda tangan ketua tim peneliti, diketahui pimpinan institusi dan menyetujuinya.
3. Isi Utama Proposal, yang dalam garis besarnya berisi judul penelitian, latar belakang masalah, identifikasi masalah dan perumusan masalah, cara memecahkan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, kerangka teori dan hipotesis tindakan, rencana penelitian, jadwal penelitian, rancangan anggaran, daftar pustaka dan dan lampiran.

DAFTAR PUSTAKA
Trianto. 2011. Panduan lengkap penelitian tindakan kelas, Jakarta: Prestasi Pustaka Publiser.
Basrowi, M, Suwandi. 2008. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas, Bogor: Ghalia Indonesia.
Sukidin, dkk. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Insan Cendekia.
Mulyasa, E. 2009. Praktik Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: Rosdakarya.
Aqib, Zainal. 2009. Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: Yrama Widya.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s