Desain Materi Pembelajaran

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Materi pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran. Sasaran tersebut harus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Artinya, materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta tercapainya indikator. Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 Pasal 20, juga mengsyaratkan bahwa guru diharapkan mengembangkan materi pembelajaran.
Oleh karena dalam makalah kami akan membahas sedikit tentang materi pembelajaran, yang mungkin bisa menambah pengetahuan dalam mengembangkan materi pembelajaran.

B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Materi Pembelajaran?
2. Apa saja Kriteria Pemilihan Materi Pembelajaran?
3. Apa Manfaat dan Peranan Materi Pembelajaran?
4. Apa saja Prinsip-Prinsip Pengembangan Materi Pembelajaran?
5. Apa saja Langkah-Langkah Pengembangan Materi Pembelajaran?

C. Tujuan Pembahasan
1. Mengetahui Pengertian Materi Pembelajaran
2. Mengetahui Kriteria Pemilihan Materi Pembelajaran
3. Mengetahui Manfaat dan Peranan Materi Pembelajaran
4. Mengetahui Prinsip-Prinsip Pengembangan Materi Pembelajaran
5. Mengetahui Langkah-Langkah Pengembangan Materi Pembelajaran

BAB II
PEMBAHASAN
DESAIN MATERI PEMBELAJARAN

A. Pengertian Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran (instructional materials) adalah segala bentuk bahan, informasi, alat dan teks yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan tersebut bisa berupa bahan yang tertulis maupun tidak tertulis.
Materi pembelajaran secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sedangkan secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan, dan sikap atau nilai.

B. Kriteria Pemilihan Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran berada dalam ruang lingkup isi kurikulum. Karena itu, pemilihan materi pelajaran tentu saja harus sejalan dengan ukuran-ukuran (kriteria) yang digunakan untuk memilih isi kurikulum bidang studi bersangkutan.
Secara garis besar, Kriteria pemilihan materi pembelajaran:
1. Kriteria Tujuan Pembelajaran
Suatu materi pelajaran yang terpilih dimaksudkan untuk mencapai tujuan pembelajaran khusus atau tujuan-tujuan tingkah laku. Karena itu, materi tersebut supaya sejalan dengan tujuan-tujuan yang telah dirumuskan.

2. Materi Pelajaran Supaya Terjabar
Perincian materi pelajaran berdasarkan pada tuntutan. Ini berarti terdapat keterkaiatan yang erat antara spesifikasi tujuan dan spesifikasi materi pelajaran.

3. Relevan Dengan Kebutuhan Siswa
Kebutuhan siswa yang pokok adalah bahwa mereka ingin berkembang berdasarkan potensi yang dimilikinya. Karena setiap materi pelajaran yang akan disajikan hendaknya sesuai dengan usaha untuk mengembangkan pribadi siswa secara bulat dan utuh. Beberapa aspek diantaranya adalah pengetahuan sikap, nilai dan keterampilan.

4. Kesesuaian Dengan Kondisi Masyarakat
Siswa dipersiapkan untuk menjadi warga masyarakat yang berguna dan mampu hidup mandiri. Dalam hal ini, materi pelajaran yang dipilih hendaknya turut membantu mereka memberikan pengalaman edukatif yang bermakna bagi perkembangan mereka menjadi manusia yang mudah menyesuaikan diri.

5. Materi Pelajaran Mengandung Segi-Segi Etik
Materi pelajaran yang akan dipilih hendaknya mempertimbangkan segi perkembangan moral siswa kelak. Pengetahuan dan keterampilan yang bakal mereka peroleh dari materi pelajaran yang telah mereka terima diarahkan untuk mengembangkan dirinya sebagai manusia yang etik sesuai dengan sistem nilai dan norma-norma yang berlaku dimasyarakatnya.

6. Materi Pelajaran Tersusun Dalam Ruang Lingkup dan Urutan Yang Sistematik dan logis.
Setiap materi pelajaran disusun secara bulat dan menyeluruh, terbatas ruang lingkupnya dan terpusat pada satu topik masalah tertentu. Materi disusun secara berurutan dengan mempertimbangkan faktor perkembangan psikologis siswa. Dengan cara ini diharapkan isi materi tersebut akan lebih mudah diserap oleh siswa dan dapat segera dilihat keberhasilannya.

7. Materi Pelajaran Bersumber Dari Buku Yang Baku, Pribadi Guru Yang Ahli, dan Masyarakat.
Ketiga faktor ini perlu diperhatikan dalam memilih materi pelajaran. Buku sumber yang baku umumnya disusun oleh para ahli dalam bidangnya dan disusun berdasarkan GBPP yang berlaku, kendatipun belum tentu lengkap sebagaimana yang diharapkan. Guru yang ahli penting, oleh sebab sumber yang diharapkan. Guru yang ahli penting, oleh sebab sumber utama memang guru itu sendiri. Guru dapat menyimak semua hal yang dianggapnya perlu untuk disajikan kepada para siswa berdasarkan ukuran pribadinya. Masyarakat juga merupakan sumber yang luas, bahkan dapat dikatakan sebagai materi belajar yang paling besar.

C. Manfaat dan Peranan Penyusunan Materi Pembelajaran
Manfaat yang dapat diperoleh apabila seorang guru jika mengembangkan bahan ajar sendiri, yakni antara lain:
Pertama, diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.
Kedua, tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh.
Ketiga, bahan ajar menjadi labih kaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi.
Keempat, menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar.
Kelima, bahan ajar akan mampu membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan siswa karena siswa akan merasa lebih percaya kepada gurunya.

Adapun peranan bahan ajar adalah:
1) Mencerminkan suatu sudut pandang yang tajam dan inovatif mengenai pengajaran serta mendemonstrasikan aplikasinya dalam bahan ajar yang disajikan.
2) Menyajikan suatu sumber pokok masalah yang kaya, mudah dibaca dan bervariasi, sesuai dengan minat dan kebutuhan para peserta didik.
3) Menyediakan suatu sumber yang tersusun rapi dan bertahap.
4) Menyajikan metode-metode dan sarana-sarana pengajaran untuk memotivasi peserta didik.
5) Menjadi penunjang bagi latihan- latihan dan tugas- tugas praktis.
6) Menyajikan bahan/ sarana evaluasi dan remedial yang serasi dan tepat guna.

D. Prinsip-Prinsip Pengembangan Materi Pembelajaran
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bahan ajar atau materi pembelajaran. Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan.
Prinsip relevansi artinya keterkaitan. Materi pembelajaran hendaknya relevan atau ada kaitan atau ada hubungannya dengan pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar.
Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam.
Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak.

E. Langkah-Langkah Pengembangan Materi Pembelajaran

1. Identifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar
Sebelum mengembangkan materi pembelajaran terlebih dahulu perlu di identifikasi aspek-aspek keutuhan kompetensi yang harus dipelajari atau dikuasai peserta didik. Aspek tersebut perlu ditentukan, karena setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan jenis materi yang berbeda-beda dalam kegiatan pembelajaran. Harus ditentukan apakah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik termasuk ranah kognitif, psikomotor ataukah afektif.
 Ranah Kognitif jika kompetensi yang ditetapkan meliputi pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan penilaian.
 Ranah Psikomotor jika kompetensi yang ditetapkan meliputi gerak awal, semirutin, dan rutin.
 Ranah Afektif jika kompetensi yang ditetapkan meliputi pemberian respons, apresiasi, penilaian, dan internalisasi.

2. Identifikasi Jenis-jenis Materi Pembelajaran
Identifikasi dilakukan berkaitan dengan kesesuaian materi pembelajaran dengan tingkatan aktivitas /ranah pembelajarannya. Materi yang sesuai untuk ranah kognitif ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir. Dengan demikian, jenis materi yang sesuai untuk ranah kognitif adalah fakta, konsep, prinsip dan prosedur.
Materi pembelajaran yang sesuai untuk ranah afektif ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. Dengan demikian, jenis materi yang sesuai untuk ranah afektif meliputi rasa dan penghayatan, seperti pemberian respon, penerimaan, internalisasi, dan penilaian.
Materi pembelajaran yang sesuai untuk ranah psikomotor ditentukan berdasarkan perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik. Dengan demikian, jenis materi yang sesuai untuk ranah psikomotor terdiri dari gerakan awal, semirutin, dan rutin. Misalnya tulisan tangan, mengetik, berenang, mengoperasikan komputer, mengoperasikan mesin dan sebagainya.
Materi yang akan dibelajarkan perlu diidentifikasi secara tepat agar pencapaian kompetensinya dapat diukur. Di samping itu, dengan mengidentifikasi jenis-jenis materi yang akan dibelajarkan, maka guru akan mendapatkan ketepatan dalam metode pembelajarannya. Sebab, setiap jenis materi pembelajaran memerlukan strategi, metode, media, dan sistem evaluasi yang berbeda-beda. Misalnya metode pembelajaran materi fakta atau hafalan bisa menggunakan “jembatan keledai”, “jembatan ingatan” (mnemonics), sedangkan metode pembelajaran materi prosedur dengan cara “demonstrasi”.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN:
1. Materi pembelajaran (instructional materials) adalah segala bentuk bahan, informasi, alat dan teks yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan tersebut bisa berupa bahan yang tertulis maupun tidak tertulis.

2. Secara garis besar, kriteria pemilihan materi pembelajaran meliputi: kriteria tujuan pembelajaran, materi pelajaran supaya terjabar, relevan dengan kebutuhan siswa, kesesuaian dengan kondisi masyarakat, materi pelajaran mengandung segi-segi etik, materi pelajaran tersusun dalam ruang lingkup dan urutan yang sistematik dan logis, dan materi pelajaran bersumber dari buku yang baku, pribadi guru yang ahli, dan masyarakat.

3. Manfaat yang dapat diperoleh apabila seorang guru jika mengembangkan bahan ajar sendiri, yakni antara lain: Pertama, diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Kedua, tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh. Ketiga, bahan ajar menjadi labih kaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi. Keempat, menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar. Kelima, bahan ajar akan mampu membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan siswa karena siswa akan merasa lebih percaya kepada gurunya. Adapun peranan bahan ajar adalah: Mencerminkan suatu sudut pandang yang tajam dan inovatif mengenai pengajaran serta mendemonstrasikan aplikasinya dalam bahan ajar yang disajikan. Menyajikan suatu sumber pokok masalah yang kaya, mudah dibaca dan bervariasi, sesuai dengan minat dan kebutuhan para peserta didik. Menyediakan suatu sumber yang tersusun rapi dan bertahap. Menyajikan metode-metode dan sarana-sarana pengajaran untuk memotivasi peserta didik. Menjadi penunjang bagi latihan- latihan dan tugas- tugas praktis. Dan Menyajikan bahan/ sarana evaluasi dan remedial yang serasi dan tepat guna,

4. Prinsip-prinsip dalam pemilihan materi pembelajaran meliputi prinsip relevansi, konsistensi, dan kecukupan.

5. Langkah-Langkah Pengembangan Materi Pembelajaran ialah dimulai dengan mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan mengidentifikasi Jenis-jenis materi pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA:
Majid, Abdul , 2007, Perencanaan Pembelajaran, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tim Pustaka Yustia, 2007, Panduan Penyusunan KTSP Lengkap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) SD, SMP dan SMA, Jakarta: Buku Kita.
Harjanto, 1997, Perencanaan Pengajaran, Jakarta, Rineka Cipta.
Sunendar, Dadang, Iskandar Wassid, 2008, Strategi Pembelajaran Bahasa, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Gafur, Abdul, 1994, Desain instruksional: langkah sistematis penyusunan pola dasar kegiatan belajar mengajar, Solo: Tiga Serangkai.
Departemen Pendidikan Nasional, 2008, Panduan Pengembangan Materi Pembelajaran.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s