MOTIVASI BELAJAR

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Banyak seorang siswa yang malas dalam belajarnya, dan hal yang paling disayangkan adalah sang guru tidak bisa mengatasi hal tersebut. Oleh sebab itu dalam makalah kami akan dijelaskan bagaimana agar seorang guru bisa membuat siswanya semangat untuk belajar. Cara tersebut ialah dengan memotivasi siswa, karena dengan motivasi siswa akan menjadi terdorong untuk belajar. Dan pada makalah kami akan dijelaskan tentang apa motivasi itu dan berikut macam serta fungsinya.

B. RUMUSAN MASALAH
1) Apa motivasi itu?
2) Apa macam-macam dari motivasi itu sendiri?
3) Apa sajakah komponen-komponen motivasi?
4) Bagaimana prinsip-prinsip motivasi?
5) Apa fungsi motivasi dalam pembelajaran?
6) Bagaimanakah cara memotivasi siswa untuk belajar?

C. TUJUAN
1) Untuk mengetahui apa pengertian dari motivasi
2) Agar mengetahui macam-macam motivasi
3) Untuk mengetahui komponen-komponen motivasi
4) Agar mengetahui prinsip-prinsip dari motivasi
5) Agar mengetahui fungsi motivasi dalam pembelajaran
6) Agar kita tau bagaimana cara agar kita dapat memotivasi siswa untuk belajar

BAB II
PEMBAHASAAN
MOTIVASI BELAJAR
A. PENGERTIAN MOTIVASI
Banyak para ahli yang sudah mengemukakan pengertian motivasi dengan berbagai sudut pandang mereka masing-masing, namun pada intinya sama yaitu suatu pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu.

Mc. Donald mengatakan : “Motivation is a energy change within the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reactions”, artinya motivasi adalah suatu perubahan energi didalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan. Perubahan energi dalam seseorang itu berbentuk suatu aktivitas nyata berupa kegiatan fisik.

Menurut teori lama, motivasi adalah suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan dan motivasi merupakan konstrak yang terdiri dari kekuatan yang mempengaruhi persepsi dan perilaku seseorang dalam upayanya untuk mengubah situasi yang tidak memuaskan dirinya.

Diterangkan oleh Cohen bahwa penelitian tentang motivasi telah dimulai oleh McClelland yang dikenal sebagai studi pengukuran n’ach. “N’ Ach” merupakan sebuah istilah popular didalam bidang pendidikan, singkatan dari “need for achievement”, suatu bentuk kebutuhan (need) yang dimiliki oleh seseorang untuk suatu pencapaian (achievement). Biasanya orang yang mempunyai keinginan untuk memperoleh sesuatu, didalam dirinya akan terdapat suatu dorongan yang kuat untuk mencapai keinginannya itu. Dorongan kuat itulah yang dikenal dengan motivasi.

Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Maslow sangat percaya bahwa tingkah laku manusia dibangkitkan dan diarahkan oleh kebutuhan-kebutuhan tertentu, seperti kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa cinta, penghargaan aktualisasi diri, mengetahui dan mengerti, dan kebutuhan estetik. Kebutuhan-kebutuhan inilah yang menurut Maslow mampu memotivasi tingkah laku individu. Oleh karena itu, apa yang seorang lihat sudah tentu akan membangkitkan minatnya sejauh apa yang dilihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingannya sendiri.

B. MACAM-MACAM MOTIVASI
Macam-macam motivasi ada dua sudut pandang, yaitu motivasi yang bersal dari diri sendiri (motivasi intrinsik), dan motivasi yang berasal dari luar diri seorang (motivasi ekstrinsik).
1. Motivasi Intrinsik
Adalah motif-motif yang menjadi aktiv atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
Bila seseorang telah memiliki motivasi intrinsic dalam dirinya, maka ia secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. Dalam aktivitas belajar, motivasi intrinsik sangat diperlukan. Seseorang yang tidak memilki motivasi intrinsic sulit sekali melakukan aktivitas belajar terus menerus. Seseorang yang memilki motivasi intrinsic selalu ingin maju dalam belajar. Keinginan itu dilatarbelakangi oleh pemikiran yang positif , bahwa semua mata pelajaran yang dipelajari sekarang akan dibutuhkan dan sangat berguna kini dan masa depan. Oleh karena itu, peserta didik yang memilki motivasi intrinsik cenderung akan menjadi orang yang terdidik, berpengetahuan dan mempunyai keahlian dibadang tertentu.

2. Motivasi Ekstrinsik
Adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktiv dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Motivasi ektrinsik bukan berarti motivasi yang tidak diperlukan dan tidak baik dalam pendidikan. Motivasi ekstrinsik sering digunakan karena bahan pelajaran kurang menarik perhatian anak didik atau karena sikap tertentu pada guru atau orang tua. Motivasi ekstrinsik diperlukan agar anak didik mau belajar. Guru yang berhasil mengajar adalah guru yang pandai membangkitkan minat anak didik dalam belajar dengan memanfaatkan motivasi ekstrinsik dalam berbagai bentuk.

C. KOMPONEN-KOMPONEN MOTIVASI
Motivasi memiliki dua komponen, yakni komponen dalam (inner component), dan komponen luar (outer component). Komponen dalam ialah perubahan dalam diri seseorang, keadaan merasa tidak puas, dan ketegangan psikologis. Komponen luar ialah apa yang diinginkan seseorang, tujuan yang menjadi arah kelakuannya. Jadi, komponen dalam ialah kebutuhan-kebutuhan yang ingin dipuaskan, sedang komponen luar ialah tujuan yang hendak dicapai.

D. PRINSIP-PRINSIP MOTIVASI BELAJAR
Ada beberapa prinsip motivasi dalam belajar, yaitu sebagai berikut:
1) Motivasi sebagai dasar penggerak yang mendorong aktivitas belajar
2) Motivasi Intrinsik lebih utama daripada motivasi ektrinsik dalam belajar
3) Motivasi berupa pujian lebih baik daripada hukuman
4) Motivasi berhubungan erat dengan kebutuhan dalam belajar
5) Motivasi dapat memupuk optimisme dalam belajar
6) Motivasi melahirkan prestasi dalam belajar

E. FUNGSI MOTIVASI DALAM BELAJAR
1) Motivasi sebagai pendorong perbuatan
Pada awalnya siswa tidak ada hasrat untuk belajar, tetapi karena ada sesuatu yang diinginkan maka muncullah minatnya dalam belajar. Dan keinginannya itu yang akhirnya mendorongnya untuk belajar. Disini, siswa mempunyai keyakinan dan pendirian tentang apa yang seharusnya dilakukan. Sikap itulah yang mendasari dan mendorong kearah sejumlah perbuatan dalam belajar. Jadi, motivasi yang berfungsi sebagai pendorong ini mempengaruhi sikap apa yang seharusnya diambil.

2) Motivasi sebagai penggerak perbuatan
Dorongan psikologis yang melahirkan sikap terhadap siswa itu merupakan kekuatan yang tak terbendung, yang kemudian terjelma dalam bentuk gerakan psikofisik. Disini anak didik sudah melakukan aktivitas belajar dengan segenap jiwa dan raga. Akal pikiran berproses dengan sikap raga yang cenderung tunduk dengan kehendak perbuatan belajar. Sikap berada dalam kepastian perbuatan dan akal pikiran mencoba membedah nilai yang terpatri dalam wacana, prinsip, dalil, dan hokum, sehingga mengerti betul isi kandungannya.
3) Motivasi sebagai pengarah perbuatan

Siswa yang mempunyai motivasi dapat menyelidiki mana perbuatan yang harus dilakukan dan mana perbuatan yang harus ditinggalkan. Siswa yang ingin mendapatkan sesuatu dari pelajaran tertentu, tidak mungkin bisa dipaksakan untuk mempelajari pelajaran yang lain karena telah tersimpan sesuatu yang ingin didapatkan. Sesuatu itulah yang mengarahkan siswa untuk belajar.

F. CARA MEMOTIVASI SISWA BELAJAR
1) Kebermaknaan
Siswa akan suka dan bermotivasi belajar apabila hal-hal yang dipelajari mengandung makna tertentu baginya. Kebermaknaan sebenarnya bersifat personal karena dirasakan sebagai sesuatu yang penting bagi diri seseorang. Ada kemungkinan pelajaran yang disajikan oleh guru dirasakan tidak bermakna dan cara untuk menjadikan pelajaran itu bermakna bagi siswa dengan mengaitkan pelajarannya dengan pengalaman masa lampau siswa, tujuan-tujuan masa mendatang, dan minat serta nilai-nilai yang berarti bagi siswa.

2) Modeling
Siswa akan suka memperoleh tingkah laku baru bila disaksikan dan ditirunya. Pelajaran akan lebih mudah dihayati dan diterapkan oleh siswa jika guru mengajarkannya dalam bentuk tingkah laku atau model, bukan dengan hanya menceramahkan atau menceritakannya secara lisan.

3) Novelty
Siswa lebih senang belajar bila perhatiannya ditarik oleh penyajian-penyajian yang baru (novelty) atau masih asing. Sesuatu gaya dan alat yang baru akan lebih menarik perhatian mereka untuk belajar, misalnya yang belum pernah dilihat sebelumnya. Cara-cara tersebut misalnya menggunakan berbagai metode mengajar secara bervariasi, berbagai alat bantu, tugas macam-macam kegiatan yang mungkin asing bagi mereka.

4) Latihan terbagi
Siswa lebih senang belajar jika latihan dibagi-bagi menjadi sejumlah kurun waktu yang pendek. Latihan-latihan secara demikian akan lebih meningkatkan motivasi siswa belajar dibandingkan dengan latihan yang dilakuan sekaligus dalam jangka waktu yang panjang. Cara yang terakhir itu akan melelahkan siswa, bahkan mungkin menyababkan mereka tidak menyenagi pelajaran, serta mengalami kekeliruan dalam mempraktekkannya.

5) Kondisi yang menyenangkan
Siswa lebih senang melanjutkan belajarnya jika kondisi pengajaran menyenangkan. Maka guru bisa melakukan cara-cara seperti: usahakan jangan mengulangi hal-hal yang telah mereka ketahui karena akan menyebabkan kejenuhan, suasana fisik kelas jangan sampai membosankan, hindarkan terjadinya frustasi dikarenakan situasi kelas yang tak menentu atau mengajukan permintaan yang tak masuk akal dan diluar jangkauan manusia, dan yang terakhir hindarkan suasana kelas yang bersifat emosional sebagai akibat adanya kontak personal.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Motivasi adalah pendorong yang dapat melahirkan kegiatan bagi seseorang. Sesorang bersemangat untuk menyelasaikan sesuatu, hal itu karena ada motivasi yang kuat dalam dirinya. Motivasi sebagai pendorong yang mengubah energi dalam diri seseorang ke dalam bentuk suatu kegiatan yang nyata untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Motivasi merupakan factor menentukan dan berfungsi menimbulkan, mendasari, dan mengarahkan perbuatan belajar. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan sehingga semakin besar motivasinya maka semakin besar pula kesuksesannya. Maka dari itu motivasi mempunyai arti yang sangat penting dalam belajar karena motivasi sebagai pendorong, pengarah dan penggerak untuk melakukan suatu aktivitas.

DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Syaiful bahri, Psikologi Belajar, (Jakarta, Rineka Cipta:2002)
Hamalik, Oemar, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta, Bumi Aksara: 2001)
Hamalik, Oemar, Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, (Jakarta, Bumi Aksara:2002)
Arikunto, Suharsimi, Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi, (Jakarta, Rineka Cipta :1993)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s