GURU DAN METODE PEMBELAJARAN

Guru dan metode pembelajaran adalah hal yang tak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan, karena guru adalah pemakai dan pelaksana dari metode pembelajaran. Metode yang baik dapat rusak ditangan guru yang tidak tahu mempergunakannya, maka dari itu kita harus mencari guru yang cocok dengan metode yang dianjurkan, dan metode yang cocok dengan guru yang tersedia.

Kecocokan seorang guru tergantung kepada kemampuan berpikir guru, kemampuan profesionalnya, dan beban tugas guru yang bersangkutan.
Kecocokan sebuah metode bergantung kepada jumlah adaptasi yang diperlukan dalam pelaksanaan sesuai dengan situasi, jumlah persiapan yang diperlukan untuk mempergunakan metode yang bersangkutan, dan jumlah bantuan dan bimbingan yang dituntut oleh metode tersebut dari seorang guru.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang hubungan guru dan metode pembelajaran. Berikut ini akan dibahas tentang pendekatan, strategi, metode, teknik (yang terbungkus dalam model pembelajaran), serta media sebagai alat bantu dalam pembelajaran.

A. Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

Macam-macam pendekatan pembelajaran antara lain:
1. Pendekatan Individual
2. Pendekatan Kelompok
3. Pendekatan Bervariasi
4. Pendekatan Edukatif
5. Pendekatan Pengalaman
6. Pendekatan Emosional
7. Pendekatan Rasional
8. Pendekatan Fungsional
9. Pendekatan Keagamaan
10. Pendekatan Kebermaknaan, dan lain-lain.

B. Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran adalah suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.
Dalam strategi pembelajaran terdapat empat strategi dasar, yaitu:
1. Mengidentifikasi apa yang diharapkan
2. Memilih sistem pendekatan
3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik pembelajaran
4. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan.

Jenis-jenis strategi pembelajaran, diantaranya:
a. Berdasarkan penekanan komponen dalam program pengajaran, yaitu:
1) Strategi pembelajaran yang berpusat pada pengajar menggunakan teknik ceramah, team teaching, demostrasi dan teknik antardisiplin.
2) Strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, menggunakan teknik inkuiri, diskusi, kerja kelompok, kerja lapangan, eksperimen dan lain sebagainya.
3) Strategi pembelajaran yang berpusat pada materi pengajaran, menggunakan teknik kerja lapangan, demostrasi dan lain-lain.

b. Berdasarkan kegiatan pengolahan pesan atau materi, yaitu:
1) Strategi pembelajaran deduksi yaitu pesan diolah mulai dari hal yang umum hingga yang khusus. Contoh: menjelaskan tentang “haji”. Dimulai dari pengertian, dasar hukum, persyaratan, tata cara melaksanakan sampai pada prakteknya.
2) Strategi pembelajaran induksi yaitu kebalikan dari srtategi pembelajaran deduksi. Srtategi pembelajaran ini dimulai dari hal yang khusus ke hal yang umum.

c. Berdasarkan cara memproses penemuan
1) Strategi pembelajaran ekspositoris
2) Strategi pembelajaran discovery.

C. Metode Pembelajaran
Metode adalah cara kerja yang teratur, yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan pengajaran. Metode pembelajaran juga dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Dalam memilih sebuah metode, kita harus mempertimbangkan aspek efektivitas, relefansi, tujuan mata pelajaran, karakteristik partisipan, ketersediaan waktu, kedaan fasilitas di ruang kelas dan tempat.

Keberhasilan dalam penggunaan metode berpengaruh pada keberhasilan proses pembelajaran yang akhirnya berfungsi sebagai suatu determinitas kualitas pendidikan.

Oleh sebab itu metode harus sesuai dengan prinsip-prinsip dibawah ini:
1. Proses belajar mengajar harus didasarkan pada prinsip belajar siswa aktif atau lebih menekankan pada proses pembelajaran bukun proses mengajar.
2. Metode pembelajaran didasarkan pada karakteristik masyarakat madani yaitu manusia yang bebas berekspresi dari ketakutan.
3. Metode pembelajaran didaasarkan pada prinsip learning kompetensi, dimana siswa akan memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, sikap, wawasan dan penerapannya sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Macam-macam Metode pembelajaran antara lain:
a. Metode ceramah
Merupakan metode pembelajaran yang cara penyajiannya dilakukan guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa.

b. Metode tanya jawab
Merupakan metode pembelajaran yang cara penyajiannya dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.

c. Metode diskusi
Merupakan metode pembelajaran yang penyajiannya dilakukan dengan cara bertukar pikiran diantara sejumlah siswa dalam membahas masalah tertentu yang dilaksanakan secara teratur, dan bertujuan untuk memecahkan masalah secara bersama.

d. Metode pemberian tugas
Merupakan metode pembelajaran yang cara mengajar atau penyajiannya melalui penugasan siswa untuk melakukan suatu pekerjaan. Pemberian tugas dapat secara individual atau kelompok. Pemberian tugas untuk setiap siswa atau kelompok dapat sama dan dapat pula berbeda.

e. Metode demonstrasi
Merupakan metode pembelajaran yang pengajarannya dilakukan dengan cara memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk teknologi yang sedang dipelajari. Demontrasi dapat dilakukan dengan menunjukkan benda baik yang sebenarnya, model, maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan lisan.

f. Metode bermain peran
Merupakan metode pembelajaran yang menetapkan seseorang pada situasi tertentu, seolah-olah menggambarkan situasi sebenarnya melalui penokohan, pengekspresian sikap, dan tindakan-tindakan.

g. Metode karya wisata
Merupakan metode pembelajaran yang cara pengajarannya dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu diluar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu.

D. Teknik Pembelajaran
Teknik merupakan usaha pemenuhan terhadap metode dalam pelaksanaan pengajaran didalam kelas. Teknik merupakan suatu kecerdikan (yang baik), suatu siasat atau suatu ikhtiar yang digunakan untuk memenuhi tujuan pembelajaran secara langsung. Teknik bergantung pada guru, kebolehan pribadi, dan komposisi kelas. Kemampuan guru sangat menentukan dalam memilih teknik mengajar, jika guru mempunyai keterbatasan pengetahuan tentang disiplin ilmu maupun tentang cara mengajar yang baik, maka pembelajaran tidak akan berkembang dan terkesan monoton serta membosankan karena ia menggunakan teknik yang sama, tanpa variasi.

Kompetensi yang harus dimiliki seorang guru terhadap teknik pengajaran ialah harus memahami dan menguasainya, karena setiap jenis teknik itu mempunyai tujuan yang berbeda. Untuk itu guru harus mampu dan terampil menggunakannya sesuai tujuan yang hendak dicapai.

E. Model Pembelajaran
Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil mengklasifikasikan model pengajaran menjadi 4 rumpun, yaitu:
1. Model interaksi sosial
Model interaksi sosial, menekankan pada hubungan individu dan lingkungan sosialnya. Model ini memusatkan pada proses dimana kenyataaan yang ditawarkan secara sosial, memberikan prioritas untuk memperbaiki kecakapan individu untuk berhubungan dengan orang lain, untuk bertindak dalam proses yang demokratis, dan untuk bekerja secara produktif dalam masyarakat. Beberapa model pembelajaran yang termasuk didalamnya adalah kerja kelompok, role playing, stimulasi, model penata lanjutan, inkuri sosial, dan penetuan kelompok.

2. Model pengolahan informasi
Model pengolahan informasi, menekankan proses pembentukan tingkah laku dalam hal cara–cara memperoleh dan mengorganisir data, memikirkan dan memecahkan masalah, serta penggunaan simbol verbal/bahasa. Model pemprosesan Informasi menekankan pada aspek kecakapan pelajar untuk memecahkan masalah, dan menekankan aspek berfikir yang produktif, sedangkan beberapa yang lainnya lebih menekankan kecakapan intelektual umum. Beberapa model pembelajaran yang tergolong didalamnya adalah model pembelajaran berpikir induktif, pembentukan konsep, model latihan inkuiri, inkuiri ilmiah, pertumbuhan kognitif, advance organization dalam model lecturing.

3. Model personal-humanistik
Model personal-humanistik, menekankan proses pengembangan pribadi dan berusaha menggalakkan kemandirian yang produktif sehingga semakin sadar dan bertanggung jawab kepada dirinya. Beberapa model pembelajaran yang tergolong didalamnya adalah pengajaran tanpa arahan, pertemuan kelas dan latihan kesadaran.

4. Model modifikasi tingkah laku.
Model modifikasi tingkah laku, menekankan pada perilaku yang terobsesi metode bagaimana memanipulasi penguatan atau reinforcemen, menekankan pada aspek perubahan perilaku psikologis dan perilaku yang tidak dapat diamati. Salah satu karakteristik umum pada model-model perilaku adalah dalam hal penjabaran tugas-tugas yang harus dipelajari menjadi serangkaian perilaku dalam bentuk yang lebih rinci dan berurutan. Beberapa model pembelajaran yang tergolong didalamnya adalah mastery learning, manajemen kontigensi, kontrol diri, dan pembelajaran keterampilan.

F. Media Pembelajaran
Menurut Rossi dan Breidle, mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti radio, televisi, majalah, buku, Koran dan sebagainya.

Menurut Gagne dan Briggs, mereka berpendapat bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang diantaranya, terdiri atas buku, tape recorder, kaset, film, slide, foto, gambar, grafik, televisi dan computer.

Gerlach dan Ely berbeda pendapat, bahwasannya media bukan hanya alat perantara atau berupa benda saja, akan tetapi dapat berupa manusia sebagai sumber belajar. Contoh diskusi, seminar, karyawisata dan lain sebagainya yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan.

Secara umum, media adalah semua bentuk perantara untuk menyebarkan, membawa atau menyampaikan sesuatu pesan dan gagasan kepada penerima. Media pengajaran secara luas dapat diartikan setiap orang, bahan, alat atau kejadian yang memantapkan kondisi memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dalam pengertian ini, guru, teks dan lingkungan adalah media.

Peranan media itu sangat penting dalam proses pembelajaran, karena media dapat membangkitkan motivasi belajar serta membangkitkan stimulus bagi kemauan belajar. Media pembelajaran berpengaruh besar bagi indra dan lebih menjamin pemahaman, karna orang yang mendengarkan saja tidaklah sama tingkat dan jangka waktu pemahamannya dibandingkan dengan mereka yang melihat atau melihat sekaligus mendengarkan. Media juga dapat membangkitkan rasa senang dan gembira pada siswa serta memperbaharui semangat mereka, sehingga rasa suka hati mereka akan timbul dan dapat memantapkan pengetahuannya.

Namun, dalam penggunaan media, dibutuhkan keterampilan guru dalam menggunakannya, karena apapun jenis medianya, syarat utama yang diperlukan adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran.

Macam-macam Media Pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa sudut pandang, diantaranya:
1. Dilihat dari sifatnya
a. Media auditif, yaitu media yang hanya bisa didengar. Misalnya: radio
b. Media visual, yaitu media yang hanya bisa dilihat. Misal slide, foto, gambar, lukisan dan lain-lain.
c. Media audiovisual, yaitu media yang dapat dilihat dan didengar. Contoh film, video, dan lain-lain.

2. Dilihat dari cara atau teknik pemakaiannya
a. Media yang diproyeksikan, seperti film, slide dan lain-lain.
b. Media yang tidak diproyeksikan, seperti gambar, foto, lukisan, gambar, dan lain-lain

Media pembelajaran bisa dikatakan efektif jika telah memenuhi beberapa ciri.
Menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai ciri-ciri keefektifan media pembelajaran diantaranya adalah:
a. Ketepatan media pembelajaran dengan tujuan pengajaran, artinya media pembelajaran harus sesuai dengan dasar tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

b. Dukungan media pembelajaran terhadap isi bahan pelajaran, artinya media dapat mendukung dan membantu bahan pelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi agar lebih mudah dipahami siswa.

c. Kemudahan dalam memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah diperoleh.

d. Keterampilan guru dalam menggunakan, apapun jenis medianya, syarat utama yang diperlukan adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran.

e. Tersedia waktu untuk menggunakannya, artinya media yang digunakan tersedia cukup waktu atau tidak dalam menggunakannya.

f. Sesuai dengan taraf berpikir siswa, artinya media yang digunakan sesuai atau tidak dengan kemampuan/taraf berpikir siswa, karena dalam menggunakan media harus disesuaikan dengan kelas dan jenjang pendidikan siwa.

Sedangkan menurut Azhar Arsyad, media pembelajaran bisa dikatakan efektif jika:
a. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
b. Tepat untuk mendukung isi pelajaran
c. Praktis, luwes, dan tahan
d. Guru terampil menggunakannya
e. Pengelompokan sasaran
f. Mutu teknis.

BAB III
KESIMPULAN
1. Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

2. Strategi pembelajaran adalah suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.

3. Metode adalah cara kerja yang teratur, yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan pengajaran. Metode pembelajaran juga dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

4. Teknik merupakan usaha pemenuhan terhadap metode dalam pelaksanaan pengajaran didalam kelas. Teknik merupakan suatu kecerdikan (yang baik), suatu siasat atau suatu ikhtiar yang digunakan untuk memenuhi tujuan pembelajaran secara langsung.

5. Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

6. Media adalah alat bantu dalam pembelajaran. Media pengajaran secara luas dapat diartikan setiap orang, bahan, alat atau kejadian yang memantapkan kondisi memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap.

DAFTAR PUSTAKA:
Parera, Jos Daniel, Linguistik Edukasional, (Jakarta: Erlangga, 1997).
Iskandarwassid, Strategi Pembelajaran Bahasa, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011).
Nasih, Ahmad Munjin, Metode dan Teknik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Bandung: PT Refika Aditama, 2009).
Bahri, Syaiful, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1997).
Sanjaya, Wina, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010).
Rosyidi, Abdul Wahab, Media Pembelajaran Bahasa Arab, (Malang: UIN Malang Press, 2009).
Arsyad, Azhar, Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, (Yogyakarta, Pustaka Pelajar: 2004).
Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai, Media Pengajaran, (Bandung : CV Sinar Baru, 1990).
Arsyad, Azhar, Media Pengajaran, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1997).
Supriawan, Dedi, Strategi Belajar Mengajar (Bandung: FPTK-IKIP Bandung, 1990).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s