PENGGUNAAN METODE AUDIO LINGUAL DALAM MAHARAH KITABAH

A. Pengertian Metode
Metode adalah suatu jalan yang dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut Edward Anthony, metode merupakan rencana menyeluruh penyajian bahasa secara sistematis berdasarkan pendekatan yang ditentukan. Metode dianggap sebagai seni dalam mentransfer ilmu pengetahuan atau materi pelajaran kepada peserta didik dan dianggap lebih signifikan dari aspek materi, karena penyampaian materi dengan metode yang tepat, bisa membuat murid merasa senang dalam belajarnya meski sebenarnya materi yang disampaikan tidak terlalu menarik.

Dalam menetapkan suatu metode yang akan digunakan dalam proses belajar-mengajar, terdapat beberapa faktor yang harus diperhatikan, antara lain:
1. Tujuan
Setiap topik pembahasan pasti memiliki tujuan secara rinci dan spesifik sehingga harus memilih metode yang tepat yang sesuai dengan pembahasan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

2. Karakteristik siswa
Perbedaan karakteristik siswa baik sosial, kecerdasan, watak, dan lainnya harus menjadi pertimbangan tenaga pendidik dalam memilih metode yang terbaik digunakan.

3. Situasi dan kondisi (setting)
Tingkat lembaga pendidikan, geografis, dan sosiokultural juga harus menjadi pertimbangan seorang tenaga pendidik dalam menetapkan metode yang akan digunakannya.

4. Perbedaan pribadi dan kemampuan guru
Seorang tenaga pendidik yang telah terlatih bicara disertai dengan gaya, mimik, gerak, irama, dan tekanan suara akan lebih berhasil memakai metode ceramah dibanding tenaga pendidik yang kurang mempunyai kemampuan tersebut.

5. Sarana dan prasarana
Ketersediaan sarana dan prasarana yang berbeda antara satu lembaga pendidikan dengan lainnya, jadi hal itu juga harus menjadi pertimbangan bagi pendidik dalam memilih metode yang akan digunakannya.

Begitulah pentingnya mempertimbangkan suatu metode dalam proses pembelajaran, Karena keberhasilan dalam penggunaan metode berpengaruh pada keberhasilan proses pembelajaran yang akhirnya berfungsi sebagai suatu determinitas kualitas pendidikan.

B. Metode Audio Lingual
Metode audiolingual adalah metode pembelajaran bahasa yang mengutamakan drill (pengulangan). Metode itu muncul karena terlalu lamanya waktu yang ditempuh dalam belajar bahasa target. Padahal, untuk kepentingan tertentu, perlu penguasaan bahasa dengan cepat misalnya perang, kunjungan, dan seterusnya. Dalam audiolingual yang berdasarkan pendekatan struktural, bahasa yang diajarkan dicurahkan pada lafal kata, dan pelatihan berkali-kali secara intensif pola-pola kalimat. Guru dapat memaksa siswa untuk mengulang sampai tanpa kesalahan.
Metode Audiolingual didasarkan atas beberapa asumsi antara lain: bahwa bahasa itu pertama-tama adalah ujaran. Asumsi lain dari metode ini ialah bahwa bahasa adalah kebiasaan. Suatu perilaku akan menjadi kebiasaan apabila diulang-ulang berkali-kali. Metode ini juga didasarkan atas asumsi bahwa bahasa-bahasa di dunia ini berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, pemilihan bahan ajar harus berbasis hasil analisis kontrastif, antara bahasa ibu pelajar dan bahasa target yang sedang dipelajarinya.

Langkah-langkah yang biasanya dilakukan adalah:
a. Penyajian dialog atau teks pendek yang dibacakan guru berulang-ulang dan siswa menyimak tanpa melihat teks yang dibaca
b. Peniruan dan penghafalan teks itu setiap kalimat secara serentak dan siswa menghafalkannya
c. Penyajian kalimat dilatihkan dengan pengulangan

Kelebihan metode ini adalah:
a. Para pelajar menjadi terampil dalam membuat pola-pola kalimat yang sudah di drill.
b. Para pelajar mempunyai hafalan yang baik dan benar.
c. Para pelajar tidak tinggal diam tetapi harus terus-menerus memberi respon pada rangsangan guru.

Sedangkan kelemahannya adalah:
a. Para pelajar cenderung memberi respon secara serentak tanpa mengetahui makna apa yang diucapkan.
b. Para pelajar tidak diberi latihan dalam makna-makna lain dari kalimat-kalimat yang dilatih.
c. Sebetulnya siswa tidak berperan aktif hanya memberi respon terhadap rangsangan guru.
d. Kesalahan-kesalahan dihindari dan dianggap dosa besar, oleh sebab itu siswa tidak diperbolehkan berinteraksi secara lisan.

C. Maharah Kitabah
Secara bahasa kitabah adalah kumpulan makna yang tersusun dan teratur. Sedangkan secara istilah, makna kitabah adalah kumpulan dari kata yang tersusun dan mengandung arti, karena kitabah tidak akan terbentuk kecuali dengan adanya kata yang beraturan.
Keterampilan menulis adalah suatu kemampuan dalam mencatat, merekam, meyakinkan, melaporkan, menginformasikan, dan mempengaruhi pembaca.

Tujuan melatih maharah kitabah dalam pembelajaran bahasa adalah:
a. Agar mampu memahami beragam wacana tulisan.
b. Agar mampu mengekspresikan berbagai macam pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan dalam berbagai tulisan.

Disamping itu, pembelajaran ketrampilan menulis juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional, dan kematangan sosial juga untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi secara tertulis, dan memiliki kemampuan menggunakan bahasa untuk bermacam-macam tujuan keperluan dan keadaan.

Sedangkan berdasarkan tingkatannya, tujuan pembelajaran ketrampilan menulis adalah:
a. Tingkat pemula
 Mampu menyalin satuan-satuan bahasa yang sederhana
 Mampu menulis satuan bahasa yang sederhana
 Mampu menulis pernyataan dan pertanyaan yang sederhana
 Mampu menulis paragraf pendek.

b. Tingkat menengah
 Mampu menulis pernyataan dan pertanyaan
 Mampu menulis paragraf
 Mampu menulis surat
 Mampu menulis karangan pendek
 Mampu menulis laporan.

c. Tingkat lanjut
 Mampu menulis paragraf
 Mampu menulis surat
 Mampu menulis berbagai jenis karangan
 Mampu menulis laporan.

Adapun bentuk pengajaran kitabah ialah dengan cara:
1. Imla’
Imla’ disebut juga dengan dikte, dimana guru membacakan materi pembelajaran dan siswa diminta menulisnya, Tujuan pengajaran imla’ adalah:
 Agar siswa dapat menuliskan kata-kata atau kalimat dalam bahasa arab dengan mahir dan benar.
 Agar siswa bukan hanya terampil dalam membaca huruf-huruf dan kalimat arab akan tetapi juga terampil menuliskannya, dengan demikian pengetahuan siswa menjadi integral (terpadu).
 Melatih semua panca indera siswa menjadi aktiv, baik itu perhatian, pendengan, penglihatan, maupun pengucapan dalam bahasa arab.
 Menumbuhkan agar siswa dapat menuliskan bahasa arab dengan rapi dan indah.
 Menguji pengetahuan murid-murid tentang penulisan kata-kata yang telah dipelajari.
 Memudahkan mengarang bahasa arab dengan menggunakan gaya bahasa sendiri.

2. Insya’
Insya’ ialah menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh siswa mengarang dalam bahasa arab, untuk mengungkapkan isi hati, pikiran, dan pengalaman yang pernah dialami. Tujuan pengajaran insya’ adalah:
• Agar siswa dapat mengarang kalimat sederhana dalam bahasa arab.
• Agar siswa terampil dalam mengemukakan buah pikirannya melalui karya tulis / karangan.
• Agar siswa mampu menyajikan berita atau peristiwa dalam lingkungan masyarakat melalui cerpen, tajuk rencana, artikel, dan sebagainya.

D. Cara Penggunaan Metode Audiolingual dalam Maharah Kitabah
Adapun cara penggunaan Metode audiolingual dalam maharah kitabah ialah dengan cara menggunakan “Strategi Simak-Ulang, Tulis!”, artinya guru membacakan teks terlebih dahulu, kemudian siswa menirukannya, setelah siswa lancar dan mampu menirukannya, baru mereka diperintahkan untuk menulis. Dengan metode seperti ini siswa diharapkan menghafal / mengingat terlebih dahulu apa yang akan dituliskannya, sehingga siswa mampu menuliskan kata-kata atau penggalan kalimat-kaliamat seperti apa yang dibacakan oleh guru.
Contoh:
1. Guru membacakan teks:
فِى السَّاعَةِ التَّاسِعَةِ مِنْ صَبَاحِ الْيَوْمِ، دَقَّ جَرَسُ التِّلْفُوْنِ فىِ غُرْفَتِى بِالْفُنْدُوْقِ
2. Murid di minta untuk melafalkannya (menirukannya)
3. Setelah siswa telah mampu menirukannya dengan benar, baru setelah itu mereka diperintahkan untuk menuliskannya, (bacaan diulang-ulangi sampai siwa mampu menirukannya)
Metode semacam ini cocok untuk semua tingkatan, hanya saja guru harus bisa menyesuaikan tingkat kesulitan kalimatnya, seperti misalnya pada tingkat dasar, guru mendikte per-kata, untuk tingkat lebih tinggi bisa dengan gabungan beberapa kata, dan begitupun seterusnya.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Metode adalah suatu jalan yang dilalui untuk mencapai suatu tujuan, dan metode merupakan rencana menyeluruh penyajian bahasa secara sistematis berdasarkan pendekatan yang ditentukan.

2. Metode audiolingual adalah metode pembelajaran bahasa yang mengutamakan drill (pengulangan). Metode Audiolingual didasarkan atas beberapa asumsi antara lain bahwa bahasa itu pertama-tama adalah ujaran. Asumsi lain dari metode ini ialah bahwa bahasa adalah kebiasaan. Suatu perilaku akan menjadi kebiasaan apabila diulang-ulang berkali-kali.

3. Keterampilan menulis adalah suatu kemampuan dalam mencatat, merekam, meyakinkan, melaporkan, menginformasikan, dan mempengaruhi pembaca.

4. Cara penggunaan Metode audiolingual dalam maharah kitabah ialah dengan cara menggunakan “Strategi Simak-Ulang, Tulis!”, artinya guru membacakan teks terlebih dahulu, kemudian siswa menirukannya, setelah siswa lancar dan mampu menirukannya, baru mereka diperintahkan untuk menulis.

DAFTAR PUSTAKA:
Arifin,M, 1996. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara.
Efendy, Ahmad Fuad, 2004. Metode Pengajaran Bahasa Arab, Malang: Misykat.
Arief, Armai, 2002. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Jakarta: Ciputat Pers.
Usman, M. Basyiruddin, 2002. Metode Pembelajaran Agama Islam, Jakarta: Ciputat Pers.
Nasih, Ahmad Munjin, Lilik Nur Kholidah, 2009. Metode dan Teknik Pembelajaran Agama Islam, Bandung: PT. Refika Aditama.
Suyatno, 2004. Teknik pembelajaran bahasa dan sastra, Surabaya: SIC.
Abidin, Yunus, 2006. Perspektif dan Prinsip-Prinsip Pembelajaran Bahasa, Tasikmalaya: HZAA Press.
‘Ulyan, Ahmad Fuad Mahmud, 1992. al-Maharah al-Lughowiyah, Mahiyatuha wa Turuqu Tadrisuha, Riyadh: Darul Muslim.
Efendi, Anwar, 2008. Bahasa dan Sastra dalam Berbagai Prespektif, Yogyakarta: Tiara Wacana.
Iskandarwassid, Dadang Sunendar, 2008. Strategi Pembelajaran Bahasa, Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Yusuf , Tayar, Saiful Anwar, 1997. Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s