MINAT BELAJAR

A. Pengertian Minat
Menurut kamus bahasa indonesia, arti minat adalah perhatian, kesukaan, atau kecenderungan hati kepada sesuatu.
Sedangkan menurut para ahli, adalah:
 Minat adalah kecenderungan yang agak menetap dalam subyek yang merasa tertarik kepada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung didalamnya.
 Minat adalah kecenderungan hati pada individu untuk tertarik pada suatu objek atau menyenangi objek.

B. Fungsi Minat
Fungsi minat bagi kehidupan anak adalah:
 Minat mempengaruhi intensitas cita-cita.
 Minat sebagai tenaga pendorong yang kuat.
 Prestasi selalu dipengaruhi oleh jenis dan intensitas minat seseorang.
 Minat yang terbentuk sejak anak-anak sering terbawa seumur hidup, karena minat membawa kepuasan.

C. Faktor-Faktor Penyebab Timbulnya Minat dan Hilangnya Minat
Adapun faktor-faktor penyebab timbulnya minat antara lain:
 Patisipasi: Keikutsertaan siswa dalam suatu pelajaran atau keaktifannya akan menyebabkan timbulnya minat. Jika siswa sanggup memahami, menghargai, menikmati suatu pelajaran, maka siswa akan memiliki minat terhadap pelajaran tersebut.
 Kebiasaan: Minat dapat timbul karena adanya kebiasaan, dimana kebiasaan ada hubungannya dengan aktifitas berulang-ulang.
 Pengalaman: Apabila siswa mempunyai pengalaman atau kesan yang menyenangkan terhadap suatu pelajaran, maka akan timbul minat dalam diri siswa.
Adapun faktor yang dapat menjadi penyebab hilangnya minat belajar anak antara lain: kelainan jasmaniah, pelajaran kurang merangsang, ada masalah / kesukaran jiwa, dan ada konflik dengan guru atau orang tua.

D. Cara Membangkitkan Minat Belajar
Membangkitkan minat bisa dengan cara:
a. Membangkitkan minat secara spontan
 Mengajar dengan cara yang menarik sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
 Mengadakan selingan sehat.
 Menggunakan media sesuai bahan pelajaran yang diajarkan.
 Mengurangi sebisa mungkin sesuatu yang mengganggu konsentrasi.

b. Membangkitkan minat yang diusahakan
 Memberikan pengertian tentang manfaat bahan pelajaran yang diajarkan.
 Berusaha menghubungkan apa yang sudah diketahui siswa dengan apa yang diajarkan.
 Mengadakan kompetensi yang sehat dalam belajar.
 Menerapkan hukuman dan hadiah yang bijaksana.

DAFTAR PUSTAKA:
Poerwodarminto, W. J. S. 1986. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: CV Rajawali.
Winkel, W. S. 1982. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi belajar, Jakarta: Gramedia.
Subrata, Surya. 1988. Dasar-Dasar Psikologi Umum Di Sekolah, Jakarta: Prima Karya.
Thoha, Chabib, Abdul Mu’ti, 1998. Proses Belajar Mengajar PAI Di Sekolah, Yogyakarta, Pustaka Pelajar.
Purwanto, Ngalim. 1985. Psikologi Pendidikan, Bandung: CV Remaja Karya.
Pande, Imansyah Ali. 1984. Didaktik Metodik Pendidik Umum, Surabaya: Usaha Nasional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s